www.GotQuestions.org/Indonesia



Pertanyaan: Apa kata Alkitab mengenai adopsi?

Jawaban:
Adopsi, bagi beberapa orang, merupakan panggilan untuk melipatgandakan dampak mereka sebagai orangtua dengan menambah anggota keluarga dengan anak-anak yang bukan lahir secara biologis. Adopsi dibicarakan sebagai sesuatu yang baik dalam Alkitab.

Kitab Keluaran mengisahkan tentang seorang perempuan Ibrani bernama Yokhebed yang melahirkan seorang putra pada saat Firaun memerintahkan semua bayi laki-laki Ibrani dibunuh (Keluaran 1:15-22). Yokhebed mengambil keranjang, membuatnya tahan air dan menghanyutkan bayi itu di sungai dalam keranjang itu. Salah satu putri Firaun melihat keranjang itu dan mengambil anak itu.

Akhirnya dia mengadopsi anak itu ke dalam keluarga kerajaan dan menamai dia Musa. Dia kemudian menjadi hamba Allah yang setia dan terpuji (Keluaran 2:1-10).

Dalam kitab Ester, seorang putri yang cantik bernama Ester diadopsi oleh pamannya setelah orangtua kandungnya meninggal. Kelak ia kemudian menjadi ratu. Allah kemudian menggunakan dia untuk membawa pembebasan bagi bangsa Yahudi.

Dalam Perjanjian Baru, Yesus Kristus dikandung melalui Roh Kudus dan bukan melalui benih seorang laki-laki (Matius 1:18). Dia kemudian "diadopsi” dan dibesarkan oleh suami ibu-Nya, Yusuf, yang mengambil Yesus sebagai anaknya sendiri.

Begitu kita memberi hati kita kepada Kristus, percaya kepada-Nya untuk keselamatan, Allah mengatakan bahwa kita menjadi anggota keluarga-Nya - bukan melalui proses biologis yang biasa bagi manusia, namun melalui adopsi. “Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"” (Rm 8:15).

Demikian pula ketika memasukkan seseorang ke dalam keanggotaan sebuah keluarga melalui adopsi, pasti itu dilakukan berdasarkan pemilihan dan kasih. “Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya” (Ef 1:5).

Sama seperti Allah mengadopsi mereka yang menerima Kristus sebagai Juruselamat ke dalam keluarga rohani-Nya, demikian pula kita dengan berdoa mempertimbangkan mengadopsi anak ke dalam keluarga jasmani kita.

Jelas bahwa adopsi – baik dalam pengertian fisik maupun rohani – merupakan sesuatu yang baik dalam Alkitab. Baik yang mengadopsi maupun yang diadopsi mendapatkan berkat yang luar biasa, hak yang ditunjukkan oleh kita diadopsi ke dalam keluarga Allah.