www.GotQuestions.org/Indonesia



Pertanyaan: Bagaimanakah saya, sebagai seorang Muslim, mendapat jaminan mengenai firdaus?

Jawaban:
Meskipun dosa-dosa telah memisahkan manusia dari Allah yang suci, Allah mengirim Dia yang tidak berdosa untuk menjadi Pengantara bagi kita.

Orang Muslim percaya bahwa apa yang dipilihnya dalam dunia ini menentukan apakah kelak dia masuk surga atau neraka. Seorang bijak pernah berkata, “Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya?” (Markus 8:36) Orang bijak itu adalah Isa/Yesus.

Tidak diragukan lagi kalau Isa akan masuk firdaus. Tapi, Dia memperingatkan bahwa surga itu tidaklah mudah didapati. Dia berkata, “Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya."

"Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.” (Matius 7:13-15)

Satu-satunya jalan ke surga itu tidaklah mudah untuk didapati. Banyak orang, ditipu oleh nabi-nabi palsu, berusaha sampai ke surga dengan cara yang salah. Kesudahan mereka ialah neraka.

Jik Saudara meragukan apakah kelak dirimu bisa masuk ke firdaus, Qur’an mengajarkan bagaimana Saudara dapat memastikannya, “Kalau engkau ragu terhadap apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca Kitab Suci sebelum kamu …” (Surah 10:94)

Kitab Suci, Alkitab, menyatakan dengan jelas bagaimana kita bisa mendapatkan jaminan mengenai firdaus.

Dapatkah perbuatan baik mengantar manusia ke surga?

Orang Muslim sejati akan tunduk kepada Allah. Itu berarti Allah menguasai apa yang dia pikirkan, lakukan, katakan. Jika seorang Muslim melakukan apa yang Allah tidak akan pernah lakukan (seperti berbohong, takut, ataupun cemburu) itu berarti dia tidak benar-benar tunduk kepada Allah. Itu sudah pasti dosa. Dapatkah perbuatan-perbuatan baik menghapuskan dosa?

Alkitab mengatakan, “ Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa ... Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,” (Roma 3:20, 23)

Allah itu adil dan karenanya tidak akan membiarkan dosa apapun tanpa dihukum – tanpa melihat bagaimana setianya seseorang mengerjakan Lima Rukun, ataupun berapa banyak perbuatan baik yang sudah dilakukannya. Satu dosa saja sudah cukup untuk mengantar seseorang ke neraka (Yakobus 2:10).

Karena dosa menghalangi manusia masuk ke surga, apalagi Allah Maha Adil tidak sembarangan mengampuni dosa, siapa yang dapat menolong kita?

Dapatkah Muhammad menjadi pengantara kita?

Sekalipun ada beberapa hadis yang mengindikasikan bahwa Muhammad dapat menjadi pengantara, kaum Muslim menerima Qur’an sebagai otoritas tertinggi. Qur’an mengajarkan bahwa sekedar manusia – termasuk Muhammad – tidak dapat menjadi pengantara untuk manusia berdosa (Surah 2:48; 6:51; 35:18).

Dapatkah Isa menjadi Pengantara kita?

Seorang pengantara kepada Allah yang suci menuntut kesempurnaan pada dirinya sendiri. Dia tidak bisa orang sembarangan. Syukurlah, Allah telah mengutus Yesus yang suci untuk menjadi pengantara manusia yang berdosa, “Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus, yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia: itu kesaksian pada waktu yang ditentukan.” (1 Timotius 2:5-6)

Banyak orang telah menyaksikan Yesus Kristus sebagai nabi, guru dan pembuat mujizat. Mereka berbicara mengenai “bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia.

Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu yang diperbuat-Nya di tanah Yudea maupun di Yerusalem; dan mereka telah membunuh Dia dan menggantung Dia pada kayu salib.

Yesus itu telah dibangkitkan Allah pada hari yang ketiga, dan Allah berkenan, bahwa Ia menampakkan diri, bukan kepada seluruh bangsa, tetapi kepada saksi-saksi, yang sebelumnya telah ditunjuk oleh Allah, yaitu kepada kami yang telah makan dan minum bersama-sama dengan Dia, setelah Ia bangkit dari antara orang mati. Dan Ia telah menugaskan kami memberitakan kepada seluruh bangsa dan bersaksi, bahwa Dialah yang ditentukan Allah menjadi Hakim atas orang-orang hidup dan orang-orang mati.

Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa barangsiapa percaya kepada-Nya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya” (Kisah 10:38-43).

Semua nabi sejati menyatakan bahwa Yesus merupakan satu-satunya jalan orang-orang berdosa dapat beroleh pengampunan. Tanpa Yesus sebagai Juruselamat bagi dosa manusia, kita akan menghadap Dia sebagai Hakim yang mengungkapkan dosa-dosa. Yesus berkata, “Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu.” (Yohanes 8:24)

Saudara harus berbalik dari dosa dan menyadari bahwa tidak ada yang dapat masuk firdaus melalui perbuatan-perbuatan baiknya. Percayalahm bahwa Yesus adalah Juruselamat yang telah diutus Allah untuk menyelamatkan Saudara dari hukuman dan kuasa dosa.

Jika Saudara terus menolak untuk mengikuti Dia, berarti harus dipisahkan dari Allah yang suci dan kelak harus berada dalam neraka.

Mereka yang percaya kepada Yesus – bukan sekedar mengetahui tentang Dia namun bersandar padaNya mengenai keselamatannya, tunduk kepadaNya sebagai Allah, dan mengasihiNya sebagai harta yang terbesar – akan diselamatkan dari dosa dan neraka.

Yesus menjamin mereka yang mengikuti Dia pasti akan masuk surga! “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal.” (Yohanes 6:47)

Apakah Saudara membuat keputusan untuk menerima Kristus karena apa yang Saudara baca di sini? Jika demikian, klik tombol “Saya telah menerima Kristus pada hari ini” di bawah ini.