www.GotQuestions.org/Indonesia



Pertanyaan: Apakah jaminan keselamatan adalah ”izin” untuk berdosa?

Jawaban:
Keberatan yang paling umum terhadap doktrin jaminan keselamatan adalah bahwa doktrin ini katanya mempromosikan ide bahwa orang-orang Kristen boleh hidup semaunya dan tetap diselamatkan. Walaupun secara ”tehnis” hal ini mengandung kebenaran, ini bukan ”esensi” dari jaminan keselamatan. Seseorang yang telah benar-benar menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamatnya ”dapat” hidup dalam dosa, namun dia tidak ”akan” berbuat demikian. Kita perlu menarik garis yang tegas antara bagaimana seorang Kristen hidup – dan apa yang dapat dilakukan orang untuk memperoleh keselamatan.

Alkitab sangat jelas bahwa keselamatan adalah semata-mata karena anugrah melalui iman di dalam Yesus Kristus (Yohanes 3:16; Efesus 2:8-9; Yohanes 14:6). Seseorang diselamatkan melalui iman – hanya oleh iman. Pada saat seseorang percaya pada Yesus Kristus dengan sesungguhnya, dia diselamatkan dan keselamatannya terjamin. Keselamatan tidak diterima dengan iman dan kemudian dipertahankan dengan perbuatan. Rasul Paulus membicarakan isu ini dalam Galatia 3:3, “Adakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging?” Jika kita diselamatkan melalui iman, keselamatan kita juga dipelihara dan dijamin dengan iman. Kita tidak dapat menghasilkan keselamatan kita sendiri. Karena itu kita juga tidak dapat menghasilkan cara untuk memelihara keselamatan itu. Adalah Tuhan yang menjaga keselamatan kita (Yudas 24). Tangan Tuhan memegang kita dengan teguh dalam genggamanNya (Yohanes 10:28-29). Tidak ada yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah (Roma 8:38-39).

Semua penolakan terhadap jaminan keselamatan pada dasarnya adalah kepercayaan bahwa kita perlu menjaga keselamatan kita melalui pekerjaan baik kita. Ini sama sekali bertolak belakang dengan keselamatan berdasarkan anugrah. Kita diselamatkan karena jasa-jasa Kristus, bukan diri kita (Roma 4:3-8). Mengatakan bahwa kita perlu menaati Firman Tuhan atau hidup suci demi untuk mempertahankan keselamatan kita adalah sama dengan mengatakan bahwa kematian Yesus tidak cukup untuk melunasi hutang dosa kita. Kematian Yesus sudah sungguh-sungguh cukup untuk melunasi semua hutang dosa kita – dulu, sekarang dan akan datang, sebelum dan sesudah diselamatkan (Roma 5:8; 1 Korintus 15:3; 2 Korintus 5:21).

Setelah mengatakan semua ini, apakah ini berarti bahwa orang Kristen dapat hidup semaunya dan tetap diselamatkan? Ini pada dasarnya adalah pertanyaan yang bersifat mengandai-andai karena Alkitab jeals mengatakan bahwa orang Kristen yang sejati tidak akan hidup ”semau mereka.” Orang-orang Kristen adalah ciptaan yang baru (2 Korintus 5:17). Orang-orang Kristen menyatakan buah Roh (Galatia 5:22-23), bukan perbuatan daging (Galatia 5:19-21). 1 Yohanes 3:6-9 dengan jelas mengatakan bahwa orang Kristen yang sejati tidak akan terus menerus hidup dalam dosa. Menanggapi tuduhan bahwa kasih karunia mengajurkan dosa, Rasul Paulus mengatakan, “Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu? Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?” (Roma 6:1-2).

Jaminan keselamatan bukan “izin” untuk berdosa. Sebaliknya, itu adalah suatu ketenangan karena mengetahui bahwa kasih Tuhan kepada orang-orang yang percaya adalah terjamin. Mengetahui dan memahami hadiah keselamatan yang begitu besar tidak akan menghasilkan ”izin” untuk berdosa. Bagaimana mungkin seseorang yang tahu harga yang harus dibayar oleh Yesus Kristus untuk kita dapat terus hidup dalam dosa (Roma 6:15-23)? Bagaimana mungkin seorang yang memahami kasih Tuhan yang tanpa syarat dan terjamin bagi mereka yang percaya dapat mengambil kasih itu dan membuangnya ke wajah Tuhan? Orang yang seperti ini bukan membuktikan bahwa jaminan keselamatan memberi dia izin untuk berdosa, namun justru membuktikan bahwa dia belum betul-betul mengalami keselamatan dalam Yesus Kristus. “ Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia” (1 Yohanes 3:6).

© Copyright 2002-2014 Got Questions Ministries.