www.GotQuestions.org/Indonesia



Pertanyaan: Bagaimana saya dapat mempersiapkan diri untuk pernikahan?

Jawaban:
Prinsip mempersiapkan pernikahan itu sama saja dengan prinsip dalam mempersiapkan apa saja dalam hidup ini. Prinsip Alkitab harus mewarnai semua aspek kehidupan kita sebagai orang-orang percaya yang sudah lahir baru. Prinsip itu adalah “… Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu” (Matius 22:37).

Ini bukan sebuah perintah yang sembarang diberikan. Ini harus menjadi pusat dari kehidupan kita selaku orang-percaya. Ini merupakan usaha untuk memusatkan perhatian kepada Allah dan FirmanNya dengan segenap hati, sehingga segenap jiwa dan pikiran kita dipenuhi dengan hal-hal yang akan menyenangkan Allah terlebih dahulu.

Hubungan yang kita miliki dengan Allah melalui Tuhan Yesus Kristus merupakan faktor yang menempatkan semua hubungan lain dalam perspektif yang sepantasnya.

Hubungan pernikahan karenanya didasari contoh hubungan Kristus dengan Gereja (Efesus 5:22-33). Setiap aspek kehidupan kita diatur oleh komitmen kita sebagai orang percaya untuk hidup dan berjalan menurut “demikianlah Firman Tuhan.”

Ketaatan kita kepada Allah dan FirmanNya memberi kita perlengkapan yang dibutuhkan untuk memenuhi peranan yang Allah berikan kepada kita dalam hidup pernikahan dan juga dalam dunia ini. Dan fungsi dari setiap orang percaya yang sudah lahir kembali adalah memuliakan Allah dalam segala hal (1 Korintus 10:31).

Jadi jawaban saya kepada Saudara terkait persiapan pernikahan, hiduplah dengan cara yang layak sesuai dengan panggilan Kristus Yesus untuk dekat dengan Allah melalui FirmanNya.

Pusatkan perhatian Saudara pada ketaatan dalam segala hal.

Tidak ada langkah ABC yang gampang untuk hidup taat kepada Allah. Meninggalkan pandangan dunia dan memilih pandangan Allah itu merupakan keputusan yang harus dilakukan setiap hari.

Hidup bagi Kristus itu berarti setiap hari menundukkan diri sendiri secara rendah hati pada satu-satunya Jalan, satu-satunya Kebenaran dan satu-satunya Hidup; yang dilakukan setiap hari, dalam setiap peristiwa. Inilah yang perlu dilakukan orang-percaya terhadap hadiah terbesar yang kita sebut sebagai hidup.

Seseorang yang dewasa secara rohani dan hidup bersama Allah lebih siap untuk menghadapi pernikahan dibanding siapa pun. Pernikahan membutuhkan komitmen, semangat, kerendahan hati, cinta dan respek.

Ciri-ciri ini dengan jelas bisa didapati pada orang yang memiliki hubungan yang dekat dengan Allah. Saat Saudara mempersiapkan diri untuk pernikahan, pusatkan perhatian pada Allah dan izinkan Dia membentuk Saudara menjadi laki-laki dan perempuan yang direncanakanNya.

Jika Saudara menundukkan diri kepadaNya, Allah akan mempersiapkan Saudara untuk hari yang indah itu.