www.GotQuestions.org/Indonesia



Apa kata Alkitab mengenai orang tua tunggal/ mengasuh anak seorang diri?

Jawaban:
Alkitab merujuk pada beberapa orang tua tunggal yang menjadi seperti itu karena berbagai keadaan. Meskipun ada yang terpaksa menjadi orang tua tunggal karena kematian pasangannya, banyak juga yang menjadi orang tua tunggal karena perbuatan cabul atau perceraian. Meskipun maksud Tuhan adalah agar anak-anak dibesarkan oleh seorang ibu dan seorang ayah, Dia juga berbelas kasihan terhadap orang tua yang membesarkan seorang anak sendirian. Petunjuk Tuhan mengenai mengasuh anak berlaku sama bagi mereka yang sendiri dan bagi yang menikah (Efesus 6:4; Kolose 3:21).

Orang tua tunggal pertama yang disebutkan dalam Alkitab adalah Hagar. Dia adalah seorang budak Mesir yang mengandung anak Abraham karena Abraham dan Sarah tidak sabar menunggu perintah Tuhan (Kejadian 16:1–4). Dia akan menjadi ibu pengganti, dan hal ini tidak pernah dikehendaki Tuhan. Setelah kelahiran anak Hagar, Tuhan datang kepada Hagar dalam kesusahannya dan memberi tahu dia bahwa Dia menyertainya (Kejadian 16:10-12). Orang tua tunggal dapat mempelajari apa yang Hagar pelajari. Ketika dia berseru kepada Tuhan, Dia mendekat. Hagar menyebut Tuhan “Dia yang telah melihat aku” (Kejadian 16:13). Meskipun terkadang menjadi orang tua tunggal terasa sangat sepi, mereka yang mengenal Tuhan dapat terhibur dengan mengingat bahwa mereka tidak pernah sendirian. Tuhan berjanji untuk menjadi ayah bagi anak yatim dan pembela para janda dan anak yatim piatu (Mazmur 68:5).

Banyak orang tua, terutama mereka yang berfungsi sebagai ayah dan ibu, merasa kewalahan jika menjalani hidup sendirian. Untungnya, ada bantuan yang tersedia melalui gereja dan seringkali melalui kerabat dan tetangga. Dalam beberapa kasus, orang tua tunggal benar-benar tidak mampu membesarkan anaknya, sehingga adopsi mungkin menjadi pilihan terbaik bagi anak tersebut. Dalam semua kasus, orang tua tunggal harus melakukan apa yang diperlukan untuk memastikan anak-anaknya dibesarkan “dalam ajaran dan nasihat Tuhan” (Efesus 6:4).

Hal terpenting yang harus diingat oleh setiap orang tua adalah bahwa Tuhan menciptakan anak-anak kita dan mempunyai rencana untuk kehidupan mereka. Mereka dipercayakan kepada kita, apa pun situasi keluarga kita, dan Pencipta mereka mengharapkan kita mengambil tanggung jawab untuk membesarkan mereka dengan cara yang saleh. Orang tua tunggal mungkin merasa hal ini lebih sulit dibandingkan orang tua yang memiliki pasangan, namun ketika mereka melibatkan bantuan saudara-saudari mereka di dalam Kristus, anak-anak mereka dapat berkembang. Yesus mempunyai penerimaan khusus terhadap anak-anak (Matius 19:14), dan orang tua tunggal dapat yakin bahwa Dia memperhatikan anak-anak mereka sama seperti Dia memperhatikan mereka yang dibesarkan dalam rumah tangga dengan dua orang tua. Ketika orang tua tunggal memberikan teladan kemurnian, kehormatan, dan kejujuran di hadapan anak-anak mereka, mereka mendapatkan rasa hormat yang akan membantu anak-anak tersebut meniru perilaku tersebut. Orang tua tunggal dapat yakin bahwa kasih karunia Tuhan akan mengisi kekurangan yaitu saat Dia membantu mereka membesarkan anak-anak mereka (Mazmur 27:10).

© Copyright Got Questions Ministries