www.GotQuestions.org/Indonesia



Pertanyaan: Apa beda antara jiwa dan roh manusia?

Jawaban:
Apa perbedaan antara roh dan jiwa? Kata “roh” merujuk pada aspek non-materi dari manusia. Manusia memiliki roh, namun kita bukan roh.

Namun, di dalam Alkitab, dikatakan bahwa hanya orang-percaya, mereka yang didiami oleh Roh Kudus, yang disebut sebagai “makhluk hidup secara rohani” (1 Korintus 2:11; Ibrani 4:12; Yakobus 2:26).

Orang-orang yang tidak percaya itu sudah “mati secara rohani” (Efesus 2:1-5; Kolose 2:13). Dalam tulisan Paulus, “roh” sangat penting bagi kehidupan rohani orang percaya (1 Korintus 2:14; 3:1; 15:45; Efesus 1:13; 5:19; Kolose 1:9; 3:16). Roh itu elemen dalam diri manusia yang memungkinkan dia memiliki hubungan yang dekat dengan Allah.

Setiap kali kata “roh” dipergunakan, biasanya kata itu merujuk pada bagian non-materi dari manusia, termasuk jiwanya.

Kata “jiwa” merujuk bukan saja pada bagian non-materi dari manusia, namun juga bagian materi. Berbeda dengan manusia yang memiliki “roh,” manusia adalah jiwa.

Arti kata “jiwa” yang paling mendasar adalah “hidup.” Namun demikian, dalam Alkitab, kata tersebut bukan hanya berarti “hidup” namun juga memiliki pengertian-pengertian lain.

Salah satunya itu termasuk keinginan manusia untuk berbuat dosa (Lukas 12:26). Pada dasarnya, manusia itu jahat dan jiwanya telah dikotori. Hidup berakhir pada saat kematian fisik (Kejadian 35:18; Yeremia 15:2). “Jiwa” dan “roh” itu pusat dari banyak pengalaman rohani dan emosional (Ayub 30:25; Mazmur 43:5; Yeremia 13:17).

Setiap kali kata “roh” dipergunakan, kata tersebut dapat merujuk pada pribadi orang itu secara keseluruhan; hidup maupun setelah kematian.

“Jiwa” dan “roh” itu sama dalam hal penggunaaannya dalam kehidupan rohani orang-percaya. Perbedaannya itu dalam hal acuannya.

“Jiwa” itu pandangan manusia secara horizontal kepada dunia. “Roh” itu pandangan manusia secara vertikal kepada Allah.

Penting untuk memahami bahwa keduanya merujuk pada bagian non-materi dari manusia, namun hanya “roh” yang merujuk pada kehidupan manusia dengan Allah.

“Jiwa” merujuk pada kehidupan manusia dalam dunia, baik secara materi maupun non-materi.