www.GotQuestions.org/Indonesia



Pertanyaan: Apa kata Alkitab mengenai seks sebelum menikah?

Jawaban:
Sama dengan percabulan, seks sebelum menikah berulangkali dicela di Alkitab (Kisah Rasul 15:20; 1 Korintus 5:1; 6:13; 18; 7:2; 10:8, 2 Korintus 12:21; Galatia 5:19; Efesus 5:3; Kolose 3:5; 1 Tesalonika 4:3; Yudas 7).

Alkitab melarang manusia berhubungan seks sebelum menikah. Seks sebelum menikah sama salahnya dengan perzinahan dan bentuk-bentuk percabulan lainnya, karena semua itu tersangkut paut dengan “hubungan seks dengan orang yang tidak dinikahi.”

Seks antara suami dan istri adalah satu-satunya bentuk hubungan seks yang Allah restui (Ibrani 13:4).

Seks sebelum menikah menjadi begitu awam dipraktekkan karena berbagai sebab. Terlalu sering manusia memusatkan perhatian pada aspek “rekreasi” dari seks tanpa memperhatikan aspek “re-kreasi” dari seks.

Benar, seks itu menyenangkan. Allah mendesain seks untuk itu.

Dia menghendaki pria dan perempuan menikmati aktivitas seksual, tapi hanya dalam lingkup pernikahan. Walaupun demikian, tujuan utama dari seks bukanlah kesenangan, tapi reproduksi.

Allah melarang hubungan seks sebelum pernikahan bukan supaya manusia tidak mendapat kesenangan, tapi untuk melindungi manusia dari kehamilan yang tidak dikehendaki, anak-anak yang lahir dari orangtua yang menolak mereka atau tidak siap punya anak.

Bayangkan, betapa dunia kita akan menjadi lebih baik jika model seks dari Allah diikuti semua orang: penyakit kelamin akan berkurang, ibu yang tidak menikah akan berkurang, aborsi akan berkurang. Tidak berhubungan seks sebelum menikah adalah satu-satunya solusi dari Allah.

Abstinensi (tidak berhubungan seks sebelum menikah) menyelamatkan nyawa, melindungi para bayi, memberi hubungan seks nilai yang sebenarnya, dan yang paling penting: menghormati Allah.