www.GotQuestions.org/Indonesia



Pertanyaan: Apa saja teori penebusan yang pernah ada?

Jawaban:
Sepanjang sejarah gereja, ada beragam pandangan atau teori mengenai penebusan. Sebagian benar, lainnya salah. Teori-teori ini dikemukakan pada zaman yang berbeda, oleh orang-orang dari denominasi yang berbeda.

Salah satu alasan ini terjadi dikarenakan Perjanjian Lama dan Baru mengungkapkan banyak kebenaran mengenai penebusan Kristus, sehingga sulit untuk mendapatkan teori “tunggal” yang secara menyeluruh mencakup atau menjelaskan kedalaman dari doktrin ini.

Sebaliknya, yang kita dapatkan saat mempelajari Alkitab, gambaran yang terdiri dari berbagai segi dan variatif tentang penebusan. Alkitab menyajikan berbagai perspektif kebenaran yang saling terkait mengenai penebusan yang digenapi oleh Kristus.

Faktor lain yang menyebabkan munculnya teori yang berbeda mengenai penebusan itu juga dikarenakan konsep penebusan perlu dimengerti dari pengalaman dan sudut pandang umat Allah di bawah sistem korban persembahan Perjanjian Lama.

Memiliki pandangan yang benar mengenai penebusan Kristus menjadi kunci untuk memahami Alkita. Maka, mencari tahu teori-teori yang berbeda dapat memperkaya wawasan kita.

Penebusan Kristus, tujuan dan apa yang dicapai melalui itu begitu kompleksnya, sehingga sudah begitu banyak yang ditulis mengenainya. Artikel ini hanya memaparkan ringkasan dari berbagai teori yang telah dikemukakan, pada waktu yang berbeda.

Saat mempelajari berbagai pandangan mengenai penebusan, kita tidak boleh mengabaikan fakta bahwa pandangan apapun yang tidak mengakui keberdosaan manusia dan aspek penggantian dari penebusan sudah pasti salah atau bahkan sesat.

Pembayaran kepada Iblis: Teori ini memandang penebusan Kristus sebagai pembayaran yang dilakukan Kristus kepada Iblis untuk membebaskan manusia yang diperbudak oleh Iblis.

Ini didasarkan pada asumsi bahwa kondisi rohani manusia dibelenggu oleh Iblis dan makna kematian Kristus itu untuk menjamin kemenangan Allah terhadap Iblis.

Teori ini memiliki sedikit, kalaupun ada, dukungan Alkitab dan hanya sedikit pendukung sepanjang sejarah Gereja. Sesat jika menganggap Iblis, dan bukannya Allah, yang menuntut pembayaran untuk dosa, yang juga berarti mengabaikan tuntutan keadilan Allah sebagaimana dinyatakan dalam Alkitab.

Pandangan ini juga meninggikan Iblis lebih dari sebagaimana mestinya dan memperlakukan dia lebih berkuasa dari kuasa yang dimilikinya.

Tidak ada dasar alkitabiah bagi pandangan bahwa orang-orang berdosa itu berhutang kepada Iblis. Sebaliknya, dalam Alkitab kita diajarkan bahwa hanya Allah yang menuntut pembayaran untuk dosa.

Teori Rekapitulasi: Pandangan ini memandang penebusan Kristus sebagai usaha membalikkan jalan hidup umat manusia dari ketidaktaatan kepada ketaatan.

Pandangan ini percaya bahwa kehidupan Kristus menjadi contoh bagi seluruh tahapan kehidupan manusia. Dengan demikian, ia membalikkan jalan hidup umat manusia dari ketidaktaatan yang dimulai oleh Adam.

Pandangan ini tidak memperoleh dukungan Alkitab sama sekali.

Teori Dramatis: Pandangan ini memandang penebusan Kristus sebagai jaminan kemenangan dalam konflik ilahi antara kebaikan dan kejahatan, sekaligus memenangkan pembebasan manusia dari belenggu Iblis. Makna dari kematian Kristus itu memastikan kemenangan Allah terhadap Iblis dan menyediakan jalan untuk menebus dunia dari belenggu kejahatan.

Teori Mistis: Pandangan ini melihat penebusan Kristus sebagai kemenangan Kristus sendiri atas natur dosa-Nya, melalui kuasa Roh Kudus.

Mereka yang menganut pandangan ini percaya bahwa ketika seseorang mengetahui rahasia ini, maka secara mistis akan mempengaruhi orang itu untuk membangunkan “kesadaran ilahinya.” Mereka juga percaya bahwa kondisi rohani manusia bukan akibat dosa, namun sekedar tidak adanya “kesadaran ilahi.”

Jelas, ini adalah salah satu teori yang paling sesat. Untuk mempercayai teori ini, seseorang harus percaya bahwa Kristus memiliki natur dosa. Sementara, Alkitab jelas menyatakan bahwa Kristus itu Allah-manusia yang sempurna, tidak berdosa dalam semua aspek (Ibrani 4:15).

Teori Teladan: Pandangan ini melihat penebusan Kristus hanya sekedar menyediakan teladan bagi iman dan ketaatan, untuk mengilhami manusia supaya taat kepada Allah.

Mereka yang menganut pandangan ini percaya bahwa manusia hidup secara rohani. Kehidupan dan penebusan Kristus tidak lebih dari sekedar teladan bagi iman dan ketaatan yang sejati, sehingga bisa mengilhami manusia untuk menghidupi iman dan ketaatan yang serupa.

Teori ini dan teori “pengaruh moral” serupa dalam menolak paham bahwa keadilan Allah betul-betul membutuhkan pembayaran untuk dosa, di mana kematian Kristus di atas salib adalah pembayaran untuk itu.

Perbedaan utama kedua teori ini terletak di mana teori “pengaruh moral” menyatakan bahwa kematian Kristus itu juga mengajarkan bagaimana kita seharusnya hidup.

Sudah jelas Kristus itu teladan yang kita harus ikuti, bahkan dalam kematian-Nya. Namun, teori teladan gagal mengenali kondisi rohani manusia yang sebenarnya – bahwa ia sudah mati dalam pelanggaran dan dosa (Efesus 2:1) – dan keadilan Allah membutuhkan pembayaran dosa yang tidak mampu dilakukan oleh manusia.

Teori Pengaruh Moral: Pandangan ini memandang penebusan Kristus sebagai usaha mendemonstrasikan kasih Allah yang mempengaruhi hati manusia menjadi lunak dan bertobat.

Mereka yang menganut pandangan ini percaya bahwa manusia “sakit” secara rohani, sehingga membutuhkan pertolongan dan karenanya manusia tergerak untuk menerima pengampunan Allah, saat melihat kasih Allah bagi manusia.

Mereka percaya bahwa tujuan dan makna kematian Kristus itu untuk mendemonstrasikan kasih Allah kepada manusia. Walaupun benar bahwa penebusan Kristus itu contoh utama dari kasih Allah, pandangan ini sudah sesat karena menyangkal kondisi sebenarnya dari kerohanian manusia. Termasuk juga menyangkal bahwa Allah betul-betul menuntut pembayaran untuk dosa.

Pandangan semacam ini menganggap manusia tidak memerlukan korban yang sejati atau pembayaran untuk dosa.

Teori Komersil: Pandangan ini memandang penebusan Kristus sebagai sesuatu yang membawa kehormatan besar kepada Allah. Sebagai akibatnya, Allah lalu memberi hadiah kepada Kristus, yang karena Kristus tidak perlukan, makanya diteruskan kepada manusia.

Mereka yang menganut pandangan ini percaya bahwa kondisi rohani manusia telah memalukan Allah sehingga kematian Kristus yang mempermuliakan Allah itu dapat diteruskan kepada orang-orang berdosa untuk keselamatan.

Teori ini, sebagaimana halnya teori-teori lainnya, menolak natur sebenarnya dari orang-orang berdosa yang belum dilahirkan kembali dan perlunya mereka akan natur yang baru, yang hanya tersedia di dalam Kristus (2 Korintus 5:17).

Teori Pemerintahan: Pandangan ini memandang penebusan Kristus sebagai usaha mendemonstrasikan penghargaan Allah yang tinggi terhadap hukum-hukum-Nya dan sikap-Nya terhadap dosa.

Melalui kematian Kristus, Allah memiliki dasar hukum untuk mengampuni dosa orang-orang yang bertobat dan menerima kematian Yesus sebagai penggantinya. Mereka yang menganut pandangan ini percaya bahwa kondisi rohani manusia itu sebagai orang yang telah melanggar hukum moral Allah.

Makna kematian Kristus dianggap untuk menggantikan hukuman dosa. Karena Kristus telah membayar hukuman dosa, maka Allah secara sah dapat mengampuni mereka yang telah menerima Yesus sebagai pengganti mereka.

Pandangan ini masih kurang tepat karena ia tidak mengajarkan bahwa Kristus betul-betul sudah membayar hukuman dosa dari setiap orang. Ia hanya mengajarkan kalau penderitaan-Nya sekedar usaha memperlihatkan kepada manusia bahwa hukum Allah sudah dilanggar dan hukumannya sudah dibayar.

Teori Penggantian Hukuman: Pandangan ini memandang penebusan Kristus sebagai korban yang menggantikan dan yang telah memuaskan tuntutan keadilan Allah terhadap dosa.

Dengan melakukan ini, Kristus telah membayar hutang dosa manusia dan karenanya bisa membawa pengampunan, menganugerahkan kebenaran dan mendamaikan manusia dengan Allah.

Mereka yang menganut pandangan ini percaya bahwa setiap aspek kehidupan manusia, pikiran, kehendak dan emosinya telah dirusak oleh dosa, sehingga manusia sudah sama sekali rusak dan mati secara rohani.

Pandangan ini percaya bahwa kematian Kristus membayar hukuman dosa orang-orang pilihan Allah. Melalui pertobatan, seseorang dapat menerima karya penggantian Kristus untuk melunasi dosanya.

Pandangan ini paling sesuai dengan isi Alkitab mengenai dosa, natur manusia dan hasil dari kematian Kristus di atas salib.