Apa itu wahyu umum dan wahyu khusus?



 

Pertanyaan: Apa itu wahyu umum dan wahyu khusus?

Jawaban:
Wahyu umum dan wahyu khusus itu merupakan dua cara Allah mengungkapkan diri-Nya kepada manusia. Wahyu umum merujuk pada kebenaran-kebenaran umum tentang Allah, yang diketahui melalui penciptaan alam semesta. Wahyu khusus merujuk pada kebenaran yang lebih spesifik tentang Allah, yang diketahui melalui cara supranatural.

Dalam kaitannya dengan wahyu umum, Mazmur 19:2-5 menyatakan, “Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya; hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam. Tidak ada berita dan tidak ada kata, suara mereka tidak terdengar; tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi.”

Menurut ayat-ayat ini, keberadaan dan kuasa Allah dapat dilihat dengan jelas melalui alam semesta. Keteraturan, kerumitan, dan keajaiban ciptaan berbicara mengenai Pencipta yang berkuasa dan mulia.

Wahyu umum juga dinyatakan melalui Roma 1:20, “Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih.”

Sama dengan Mazmur 19, Roma 1:20 menyatakan bahwa kuasa kekal dan natur keilahian Allah dapat “dilihat dengan jelas” dan “dimengerti” dari apa yang diciptakan-Nya, dan tidak ada alasan bagi manusia untuk menolak fakta ini.

Dengan mengingat ayat-ayat ini, mungkin definisi yang tepat untuk wahyu umum adalah, “penyataan Allah kepada semua orang, di segala zaman, dan di semua tempat, yang menyatakan bahwa Allah ada dan bahwa Dia berakal budi, berkuasa dan transenden.”

Wahyu khusus itu mengenai bagaimana Allah memilih menyatakan diri-Nya melalui cara-cara ajaib. Wahyu khusus mencakup penampakan fisik Allah, mimpi, penglihatan-penglihatan, Firman Allah yang tertulis, dan yang paling penting – melalui Yesus Kristus.

Alkitab mencatat Allah berkali-kali menampakkan diri dalam wujud fisik (beberapa contoh antara lain Kejadian 3:8; 18:1; Keluaran 3:1-4; 34:5-7). Kedua, Alkitab mencatat Allah berbicara kepada manusia melalui mimpi (Kejadian 28:12; 37:5; 1 Raja-Raja 3:5; Daniel 2) dan penglihatan-penglihatan (Kejadian 15:1; Yehezkiel 8:3-4; Daniel 7; 2 Korintus 12:1-7).

Yang paling penting dalam pengungkapan diri Allah ialah Firman-Nya, Alkitab, yang merupakan wujud wahyu khusus. Allah secara ajaib menuntun para penulis alkitab untuk mencatat berita-Nya secara tepat, sambil tetap mempertahankan gaya dan kepribadian dari para manusia penulisnya.

Firman Allah hidup dan aktif (Ibrani 4:12). Firman Allah diinspirasikan, bermanfaat, dan cukup (2 Timotius 3:16-17). Allah menentukan untuk memberikan catatan tertulis mengenai keberadaan-Nya, karena Dia mengetahui ketidaktepatan dan tidak dapat disandarnya tradisi lisan.

Dia juga mengerti bahwa mimpi-mimpi dan penglihatan-penglihatan manusia dapat disalahtafsirkan dan apa yang diingat dapat berubah.

Allah memutuskan untuk mengungkapkan segala yang manusia perlu tahu tentang Dia, apa yang diinginkan-Nya, dan apa yang telah dilakukan-Nya untuk manusia di dalam Alkitab.

Dia sudah berjanji untuk memelihara dan mempertahankannya sepanjang masa.

Wujud wahyu khusus yang paling utama itu adalah Pribadi Yesus Kristus. Allah menjadi manusia (Yohanes 1:1, 14). Ibrani 1:1-3 memberi ringkasan yang paling bagus, “Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, … Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah.”

Allah telah menjadi manusia, dalam Pribadi Yesus Kristus, untuk menjadi sama dengan kita, menjadi teladan kita, mengajar kita, mengungkapkan diri-Nya kepada kita, dan yang paling penting, untuk menyediakan keselamatan kepada kita dengan merendahkan diri-Nya mati di salib (Filipi 2:6-8).

Yesus Kristus itu “wahyu khusus” Allah yang paling utama.



Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia

Apa itu wahyu umum dan wahyu khusus?