Apakah Qur’an menggantikan Alkitab?



 


Pertanyaan: Apakah Qur’an menggantikan Alkitab?

Jawaban:
Bukannya menggantikan, Qur’an justru malah mendorong orang Muslim membaca Alkitab.

Banyak Muslim yang tidak pernah membaca Alkitab karena mereka beranggapan bahwa Qur’an telah menggantikan Alkitab. Sebaliknya, Qur’an tidak pernah mengklaim menggantikan Alkitab. Pembatalan otoritas Alkitab justru akan mempengaruhi ayat-ayat Qur’an sendiri (Sura 2:106).

Qur’an menginstruksikan – bukannya melarang – orang Muslim membaca Alkitab (Sura 5:44, 46; 3:3; 10:94-95).

Walaupun para sarjana Muslim telah membatalkan puluhan ayat Qur’an, kaum Muslim masih tetap membacanya. Karena itu, semua kaum Muslim patutlah membaca kitab suci yang tidak akan pernah tergantikan. Allah berfirman, “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.” (Matius 24:35).

Beberapa orang mengatakan bahwa sebagaimana Injil membatalkan Taurat, maka Qur’an membatalkan Injil. Namun Injil tidak pernah membatalkan Taurat.

Isa yang sempurna bukan datang untuk menghapuskan hukum Taurat, namun untuk menggenapi Taurat demi untuk mereka yang tidak dapat memeliharanya.

Isa/Yesus mengatakan, “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.

Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.” (Matius 5:17-18)

Kenyataannya, Yesus justru menunjukkan bahwa hukum-hukum Allah lebih sulit untuk ditaati dibandingkan apa yang dibayangkan manusia.

Yesus memperdalam arti Taurat ketika berkata, “Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.” …

“Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.” (Matius 5:21-22, 27-28).

Sudahkah Saudara menemukan standar yang sempurna itu? Kitab Injil menyatakan bahwa tidak seorang pun dapat menaati tuntutan Taurat. Karenanya, semua orang layak masuk neraka (Roma 3:23, 6:23). Syukurlah, Yesus Kristus secara sempurna menaati hukum Tuhan.

Percayalah pada Allah dari “kitab suci yang sebelumnya,” kitab itu tidak pernah dapat dibatalkan. “Dasar firman-Mu adalah kebenaran dan segala hukum-hukum-Mu yang adil adalah untuk selama-lamanya” (Mazmur 119:160).



Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia

Apakah Qur’an menggantikan Alkitab?